Kolaborasi di SMAN 1 Pemali; UBB dan BEI mengajarkan Investasi di Pasar Modal

Seiring berkembangnya zaman, pemikiran dan ide-ide manusia ikut berkembang pula. Pola perencanaan hidup, bertahan, bahkan menguasai sektor tertentu menjadi hal yang lazim dalam perkembangan ini. Salah satu cara mengikuti perkembangan dan bertahan tersebut tak lain ialah investasi di pasar modal. Penting sekali bagi kaum kawula muda yang melek perkembangan zaman untuk memahaminya sebelum turut bergabung perputaran investasi dalam pasar ini. Problematikanya, bagaimanakah cara mendapatkan wawasan tersebut?

Senin, 17 Oktober 2022, Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama pihak PT. Bursa Efek Indonesia (PT. BEI) berkenan membagikan sedikit banyak ilmu investasi tersebut kepada siswa/I SMAN 1 Pemali. Dihadiri oleh perwakilan perangkat kelas siswa-siswi SMAN 1 Pemali, kegiatan “KSPM Goes To School Bersama SMAN 1 Pemali” yang dilaksanakan di pendopo SMAN 1 Pemali ini dapat berjalan lancar. Pemateri dari Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) sigap menyampaikan wawasan, bersinergi dengan kepanitiaan UBB. Mereka tak lain ialah Fahmi Al Kahfi ( PH Kepala Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung), Tiara Andini (Anggota Divisi Edukasi KSPM UBB), serta Luvia Puterima (Anggota Divisi Edukasi KSPM UBB).
Dalam materinya, ketiga narasumber menjelaskan bahwa investasi adalah cara kita untuk mencapai tujuan. Ketika ingin mencapai tujuan kite harus pintar memilih kendaraan apa yang cocok untuk kita. Dalam hal ini, ketika kita ingin berinvestasi untuk mencapai tujuan, kita harus memilih instrumen investasi yang sesuai dengan diri. Manfaat dari investasi sendiri yaitu, membantu mencapai tujuan keuangan, memiliki cadangan finansial, meningkatkan asset, serta mengalahkan inflasi.
Lantas, mengapa pula kita harus investasi di pasar modal? Jawabannya tak lain karena ketika kita berinvestasi di pasar modal, hal tersebut sudah terjamin aman legal oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), aksesnya mudah dengan media gadget dengan biaya yang terjangkau tentunya mulai dari Rp 100.000 saja sudah bisa mulai berinvestasi.
Instrumen investasi di pasar modal juga ada beragam jenisnya, yakni saham, obligasi, reksadana, dan produk derivatif lainnya. Saham adalah bukti kepemilikan perusahaan. Obligasi adalah surat janji bayar utang. Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi. Contoh sekuritas yang menaungi kita apabila kita ingin berinvestasi adalah IPOT, dengan aplikasi Indopremier sekuritas kita sudah dapat berinvestasi dengan syarat KTP dan tabungan. Ketika kita investasi, kita harus memahami High Return High Risk, artinya ketika keuntungannya tinggi, profil risikonya pun tinggi. Jadi jika kita memiliki profil risiko yang tinggi juga pengen keuntungan tinggi cocok untuk investasi di saham namum sebaliknya, bila memiliki profil risiko rendah dan keuntungannya pun rendah (lebih aman) cocok untuk reksadana.
Di akhir acara, panitia dan peserta kegiatan materi KSPM mengabadikan moment bersama dalam jepretan gambar sebagai kenang-kenangan. Tidak hanya itu, beberapa siswa/i berkesempatan mendapat cenderamata salah satunya buku dari tim pemateri dan panitia. Dan yang terpenting, pertemuan ini membekali siswa/i SMAN 1 Pemali yang berkesempatan hadir sebuah pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Semoga cenderamata dan ilmu yang dibagikan dapat dipetik dan berguna bagi penerima materi, sebagaimana semoga kesediaan pemateri dan panitia menjadi ladang kebaikan selalu, aamiin. (*Maibyna Khairanisya)