SMAN 1 PEMALI SABET JUARA UMUM PADA KEGIATAN KEMAH LITERASI JAGA BAHASA

Pemali SMAN 1 Pemali terus mengukir prestasi gemilang. Pasalnya delapan belas siswa yang dikirimkansekolah untuk mengikuti kegiatan Kemah Literasi Jaga Bahasa Bagi Generasi Muda Bangka yang diadakan oleh Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung  berhasil menyingkirkan beberapa sekolah dan menempati posisi sebagai juara umum 1 dalam ajang bergengsi tersebut.

Adapun beberapa sekolah yang turut andil selamakegiatan Kemah Literasi Jaga Bahasa yakni, SMA Negeri 1 Pemali, SMA Negeri 1 Sungailiat, SMA Negeri 1 Pangkalpinang, SMA Negeri 2 Pangkalpinang, SMA Negeri 3 Pangkalpinang, SMA Negeri 4 Pangkalpinang, SMK Negeri 1 Pangkalpinang, SMK Negeri 2 Pangkalpinang, SMK Negeri 3 Pangkalpinang, SMK Negeri 4 Pangkalpinang, SMA Negeri 1 Mendo Barat, SMA Negeri 1 Pangkalan Baru, SMK Negeri 1 Sungailiat, SMA Negeri 1 Namang, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, SMA Negeri 1 Merawang, SMA Negeri 1 Puding Besar dan SMK Negeri 1 Pangkalan Baru. Total delapan belas sekolah yang diundang dan turut andil berpartisipasi dalam kegiatanKemah Literasi Jaga Bahasa Bagi Generasi Muda Bangka.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung selama dua hari, yakni dimulai pada tanggal 21—22 Juli 2022. Kegiatan tersebut berbentuk kemah literasi yang dikemas sebagai upaya mengenalkan sinergi baru dalam menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap  bahasa Indonesia dan bahasa daerah pada generasi muda Bangka. Dikutip pada saat pembukaan yang disampaikan Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum, kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai upaya dari Kantor Bahasa menghadirkan rasa baru untuk siswa dalam mengenal dan mempelajari bahasa. Kegiatan ini digadang-gadang akan terus diadakan setiap tahunnya dengan upaya peningkatan kegiatan yang jauh lebih baik lagi dan dengan harapan dapat memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.

Di samping itu, kegiatan yang berlangsung selama duahari di Pantai Temberan Merawang memberikan warna barubagi siswa/i mengenal kekayaan dalam berbahasa. Contohnya pada hari pertama, kegiatan dimulai saat peserta datang dengan pembagian kavling dan pemasangan tenda masing-masing tiap sekolah, setelah itu persiapan untuk pembukaan acara sampai pada pemberian materi 1 oleh Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd., giat pribadi, pemberian materi 2 oleh Esdras Silverius Bangun, S.H., M.Si. pada malam haridan diakhiri pada kegiatan diskusi terbuka dengan Para Duta Bahasa yang berakhir pada pukul 20.3021.30 WIB.

Pada hari kedua dilanjutkan dengan berbagai kegiatanyakni Lomba Arastama Bastra, Lomba Pesan Berangkai, Lomba Pandai Bahasa Daerah, Manca Krida Jaga Bahasa, Bakti Sosial dan diakhiri upacara penutupan dan penyerahan hadiah. Sejak pembukaan sampai mancakrida selesai setiap sekolah diminta untuk membuat video reels Instagram yang nantinya akan dilombakan. Selama kegiatan berlangsung siswa/i SMAN 1 Pemali sangat antusias mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Kantor Bahasa Babel, mulai dari aktiftanya jawab pada sesi diskusi terbuka dengan para Duta Bahasa hingga bersemangat mengikuti setiap kegiatan.

Setiap lomba memiliki ketentuan masing-masing. Lomba Arastama Bastra memiliki ketentuan setiap sekolahwajib mengirimkan 16 orang sebagai perwakilannya. Bentukdari lomba Arastama Bastra dikemas seperti lomba ranking 1 atau cerdas cermat. Pada lomba Arastama Bastra, panitia mengajukan pertanyaan berkaitan dengan wawasan seputar bahasa dan sastra. Dari perlombaan ini diambil 5 orang sebagai pemenang. Pada lomba Arastama Bastra ini, SMAN 1 Pemali berhasil menyabet dua posisi sekaligus yakni diraiholeh siswi atas nama Shafira Ananda Wijaya dari kelas XI MIPA 1 sebagai juara ke-2 dan Hazanah dari kelas X MIPA 1 sebagai juara ke-5.

Lomba selanjutnya diadakan secara bersamaan yakni, lomba pesan berangkai dan lomba pandai bahasa daerah. Ketentuan lomba pesan berangkai adalah setiap sekolah wajib mengirimkan 7 orang siswa sebagai perwakilannya. Pada lomba pesan berangkai memerlukan kehati-hatian, ketelitian, kecepatan dan kekompakan setiap tim dalammerangkai kata menjadi kalimat yang efektif dan baku. Pada perlombaan ini dimenangkan oleh 5 sekolah namun pada tanggai lomba ini tim dari SMAN 1 Pemali belum berhasil mengambil posisi.

Lomba pandai bahasa daerah memiliki ketentuan bahwa setiap sekolah wajib mengirimkan 3 orang perwakilannya sebagai tim. Terdapat 40 pertanyaan yang diajukan oleh panitia pada lomba pandai bahasa daerah. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pun berupa pertanyaan menganai kata, kalimat maupun istilah bahasadaerah Bangka. Dari perlombaan ini ini diambil 5 orang sebagai pemenang dan SMAN 1 Pemali berhasil menduduki juara ke-1 pada tanggai lomba ini. Tim tersebut terdiri daritiga orang atas nama Sendy Ramadona, Lolita Wiranda, dan Syahida Kodra Tulla.

Total dan akumulasi yang dilakukan oleh panitia diumumkanlah lima sekolah sebagai pemenang umum dimulai dari pemerolehan juara terbanyak. Untuk juara umum pertama diraih oleh SMAN 1 Pemali, diikuti juara umum ke-2 jatuh pada SMAN 4 Pangkalpinang, juara umum ke-3 jatuh pada SMKN 2 Pangkalpinang, juara umum ke-jatuh pada SMAN 2 Pangkalpinang, dan juara umum ke-5 jatuh pada SMAN 1 Mendo Barat.

Mendengar informasi tersebut pada Kamis, (23/6/2022) kepala SMAN 1 Pemali, Eflina, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada Pembina yang diutus oleh sekolah yakni Nela Oktarina, M.Pd. selaku guru mapel Bahasa Indonesia dan Ansori Hakim, S.P. selaku guru mapel PKWU sekaligus Pembina Pramuka SMAN 1 Pemali beserta siswa/i sebagai TIM yang telah mewakili sekolah. Kepala SMAN 1 Pemali menyampaikan rasa bangga dan syukur kepada siswa/i atas keberhasilan yang dicapai. Harapan dari  Kepala SMAN 1 Pemali, bahwa kegiatan ini harus menjadi tombak dasar sekolah untuk mencapai prestasi gemilang lainnya terutama pada bidang bahasa dan sastra. Kendati demikian, KepalaSMAN 1 Pemali mengingatkan agar siswa/i tidak berpuashati dan tetap giat mengasah kemampuan dalam berbahasadan bersastra agar SMAN 1 Pemali tetap bisamempertahankan posisinya dalam  ajang selanjutnya. (red. Nela Oktarina)